balada dua puluh tujuh

[ditulis dengan mendengarkan: Me To You, You To Me - Mido and Falasol]

Sudah empat hari sejak tanggal dua puluh tujuh, yang artinya, ketakutanku di tulisan sebelumnya sudah menguap. Aku berhasil melewati usia dua puluh dua dan telah sampai di usia dua puluh tiga—aku belum mati. Bukan hanya berhasil untuk tidak mati sebelum usia dua puluh tiga, ternyata aku juga berhasil lulus. Aduh, perutku sakit. Bingung. Aku sebenarnya ingin menuliskan ini sejak kemarin, tapi aku terlalu malas untuk mengeluarkan laptop dan duduk untuk mengetik. Kemudian, aku tiba-tiba teringat akun TikTokku yang lain dan membuat video di sana—konsepnya adalah cerita, podcast, tapi ternyata memang aku yang bertele-tele ini nggak cukup jika diberi waktu sepuluh menit saja. Aku niatnya cerita lewat video itu, tapi ya begituaku merasa perasaanku tidak tersampaikan dengan cukup. Jika ada durasi satu jam pun, sepertinya masih nggak cukup. Minimal tiga jam lah!

Sesungguhnya, aku bingung mau nulis apa. Banyak sekali perasaan yang aku rasakan hari itu. Sudah kutuliskan beberapa paragraf yang diurutkan sesuai dengan timeline tadi, tetapi aku merasa lelah menuliskannya. Jadinya, aku membuat lembar baru dan kembali bingung menuliskan apa. Apa ya ... bingung. 

Oh!

Aku bahagia sekali saat itu. BAHAGIA. Aku menikmati semua momen yang ada di hari itu. Mulai dari merias diriku sendiri, berfoto dengan keluarga dan teman-temanku, bercanda, menyanyi—semuanya! Hatiku rasanya penuh sekali. Nggak ada sedikit cacat pun. Senang sekali. 

Aku bahagia sekali bisa merasakan pengalaman ini—bisa berbahagia dengan keluargaku, teman-temanku. Hatiku penuh sekali. Aku bahagia sekali. Rasanya aku begitu disayangi, dicintai, seperti direngkuh erat-erat. Aku sungguh menikmatinya, sedikit pun jangan sampai mubadzir. 


aku meminta mereka untuk berfoto denganku dan mereka mengiyakan. 
aku bersyukur dan berterimakasih. momennya beneran "fun"
 sesuai request karena bareng mereka.



POV: the photographer takes my request seriously.


pose ini lagi



╭─╮

┊         ┊       ┊   ┊    ┊        ┊

┊         ┊       ┊   ┊ ˚❀ ⋆。˚❃

┊         ┊       ┊   ✿

┊         ┊       ❁⋆

┊ ๑      ┊

✾ ⋆       ┊. ˚.

˚✽


bahagia sekali ketemu orang yang rela datang jauh-jauh untuk turut merayakan



kangen mereka selalu, ingin kupeluk selamanya


╭─╮

┊         ┊       ┊   ┊    ┊        ┊

┊         ┊       ┊   ┊ ˚❀ ⋆。˚❃

┊         ┊       ┊   ✿

┊         ┊       ❁⋆

┊ ๑      ┊

✾ ⋆       ┊. ˚.

˚✽


mengantri; panas sekali


anjay, kok keren




╭─╮

┊         ┊       ┊   ┊    ┊        ┊

┊         ┊       ┊   ┊ ˚❀ ⋆。˚❃

┊         ┊       ┊   ✿

┊         ┊       ❁⋆

┊ ๑      ┊

✾ ⋆       ┊. ˚.

˚✽



the friends who adopted me; i couldn't have made it this far without them






╭─╮

┊         ┊       ┊   ┊    ┊        ┊

┊         ┊       ┊   ┊ ˚❀ ⋆。˚❃

┊         ┊       ┊   ✿

┊         ┊       ❁⋆

┊ ๑      ┊

✾ ⋆       ┊. ˚.

˚✽




empat tahun rasanya singkat sekali. 
dua puluh tiga tahun sudah aku hidup, rasanya masih serba kurang
maafkan. manusia memang serakah; termasuk aku.
jika mampu, inginku rengkuh selalu.
namun, dunia memang tidak adil untuk manusia serba kurang.
sudah diberi, tak terima.
terus meminta sampai terkantuk-kantuk.
berandai-andai, berharap
agar waktu tidak berlalu begitu cepat
setidaknya, untuk manusia lambat;
sepertiku.


✧.。. *.

┊┊┊┊           ·               °

┊┊┊✯                  •                 *

┊┊☽    *                 ·

┊┊                           *

┊✯  °                                °

☽         *    ·          *

:    :       :

☆           :              ☆

























A perfect piece of memory like a sunset
And will remain without regrets like a picture
I want to become the countless stars
That glistened in your pretty eyes and shine forever
To me, you remain in my small heart
To me, you became the one ray of sunshine
And became the promise of eternity
Me To You, You To Me - Mido and Falasol




Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer